Enting-Enting Gepuk
Proses PembuatanDiawali dengan menggepuk-gepuk (memukul) kacang tanah yang telah dipanaskan dalam cairan gula kental digepuk di atas landasan batu berbentuk empat persegi panjang setebal 15 cm agar menjadi lemas atau hancur dengan menggunakan sebuah alat dan tangan. Alatnya itu berupan kayu sawo berbentuk silinder seberat 3-4 kilogram. Ini lah cara tradisional yang masih dipertahankan oleh sebagian rumah produksi. Sebagian lainnya telah menggunakan mesin penggilas makanan atau blender. Hal ini bertujuan untuk menghemat waktu dan tenaga. Meskipun harus diakui, cara tradisional membuat rasa Enting-enting Gepuk agak berbeda. Hal yang tidak diinginkan ketika menggunakan blender, kacang tanah memang hancur tapi mengeluarkan minyak.
Dan kemudian setelah kacang tanah hancur. Maka proses lainnya adalah dilakukan proses pencetakan dengan cetakan yang berbentuk prisma segitiga sama sisi. Dan kemudian cetakan Enting-enting Gepuk yang sudah jadi itu dibungkus dengan kertas khusus lalu dikemas ke dalam plastik.
Oh, ya. Menggepuk itu tidak bisa asal lho. Karena kalau asal, maka hasilnya pun akan tidak sesuai dengan harapan. Terlebih kacangnya tidak hancur, maka kacang tersebut akan mengeluarkan minyak dan tidak dapat bertahan lama. Jika pun bertahan lama. Maka dapat dipastikan Enting-enting Gepuk akan menimbulkan bau tengik. Enting-Enting Gepuk bisa tahan hingga 6 bulan dan dengan rasa yang masih enak. Tapi dengan syarat tidak terpapar sinar matahari secara langsung dan secara terus menerus karena akan rusak isinya (rasanya).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar